Ajeng Dewi Swastiari : Dari Babu Menjadi yang Paling Diburu

Setelah membahas mengenai apa itu fashion stylish, langkah-langkah untuk menjadi seorang fashion stylish yang professional dan khandal, ada baiknya kita tahu siapa sih tokoh yang berhasil di industri ini?

Jika memang kamu memiliki niat awal menjadi seora ng fashion stylish seperti Gebi, pasti sekarang kamu sudah menyiapkan hal-hal yang akan membuat kamu untuk bisa bersaing di profesi yang sedang booming ini. Nah, untuk membuat kamu semakin semangat dan menjadi salah satu referensi kamu, ada seorang wanita cantik dan kreatif bernama Ajeng Dewi Swastiari yang merupakan fashion stylish yang jago dalam memadupadankan busana, dan kini ia masih dipercaya oleh beberapa selebriti ternama tanah air. Biar lebih jelasnya, yuk kita kenalan sama sosok Ajeng Dewi Swastiari!

Mengenal Sosok Ajeng Dewi Swastiari

 

Ajeng Dewi Swastiari adalah sosok yang selama ini berada di belakang penampilan stylish banyak selebriti Indonesia, seperti Titi Dwijayanti (Titi DJ), Bunga Citra Lestari, Sherina dan juga Dira Sugandi. Pada tahun 2013, ia bekerja secara eksklusif untuk ke-empat artis tersebut, yang berarti dia memprioritaskan kebutuhan empat wanita cantik tersebut dalam hal urusan gaya berbusana.

Wanita cantik yang mengambil jurusan fashion styling dan illustration di LaSalle College International Jakarta ini, saat masih duduk di bangku kuliah, ia sudah mulai menata gaya seorang Diva cantik Titi DJ pada tahun 2006. Dari sanalah langkah karirnya dibangun. Ia terbilang cukup sukses hingga sekarang dan sampai sekarang ia sukses menjadi seorang Fashion Director. Ia mengatakan jika tak hanya kemampuan atau keahlian khusus menjadi penata busana saja yang penting, tetapi bagaimana seorang fashion stylish menjalani pekerja sehingga memiliki kredibilitas tinggi serta mampu merealisasikan pekerjaannya dengan baik. Itulah kunci yang paling penting menjadi seorang fashion stylish.

Kini, wanita kelahiran 11 Mei 1984 ini telah sukses menjadi salah satu orang yang memegang peranan penting dalam banyak fashion show, dan sudah memiliki sederet portofolio sebagai faktor penentu pagelaran busana desainer-desainer ternama. Wanita lulusan Sastra Inggris Universitas Padjajaran ini kian dikenal sebagai fashion director panggung busana. Dia menyandang label sebagai pengarah fashion show sejak dua tahun yang lalu. Perjalanan karirnya sebagai fashion director dimulai dari kolaborasinya dengan desainer Stephanus Hamy pada tahun 2014 pada sebuah ajang Bazaar Fashion Festival.

Hampir delapan tahun, Ajeng mondar-mandir mengurus belakang panggung fashion dan pertunjukan, dan ia memang sudah mempunyai posisi yang sangat diperhitungkan para pelaku fashion. Beberapa tahun lalu, Ajeng bertugas menjadi ‘babu’ di ruang riang, namun sekarang ia lebih seirng berdiri di panggung FOH (Front of House) catwalk.

Kepada CNN Indonesia, ia menuturkan bahwa dulunya ia menjadi seorang ‘babu’, masang-masang sepatu, jahit pakaian on the spot. Sekarang ia menuturkan masih menjadi tukang, namun sudah lebih banyak urus quality control.

Ajeng Dewi Swastiari dikenal di kalangan desainer atau penyelenggara fashion dengan nuansa kegelapan, maskulin dan penuh drama. Dia mengaku terinspirasi dari musik yang didengarkan ataupun tempat-tempat yang dikunjunginya. Ajeng termasuk orang yang memiliki konsep yang jelas, dan dia menuangkan apa yang dia rasakan, ntah itu berasal dari musik atau dari perasaannya sendiri.

Ajeng adalah tipe orang yang memiliki karakter spontan dalam membuat desain, dan dia merasa lebih senang mendesain sendiri segala hal yang terkait dengan show yang ditanganinya. Dia tak enggan untuk turun ke lapangan sendiri, dan melakukan persiapannya sendiri. Walau ide yang muncul sering mendadak, Ajeng tetap harus menyampaikan kepada desainer fashion show yang dipegangnya. Baginya, esensi dan DNA si desainer sangatlah penting.

Wah, Ajeng Dewi Swastiari merupakan satu sosok orang yang pantas kita jadikan contoh kalau ingin menjadi seorang fashion stylish yang sukses. Yang pasti, terus belajar dan tambah networking sebanyak-banyaknya, ya!

Back to top