4 Tips Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja dengan Sempurna

Tahap wawancara dalam perekrutan pekerjaan adalah tentang bagaimana anda menunjukkan kemampuan berkomunikasi anda dan membuktikan bahwa anda cocok untuk posisi yang anda lamar. Untuk melakukan hal tersebut, anda perlu berbicara sebanyak yang anda bisa namun tetap efisien dan tepat pada sasaran. Kita diberikan kesempatan untuk membuktikan diri melalui pembicaraan dan dalam waktu yang terbatas, sehingga kita harus memaksimalkan kesempatan dengan memberikan jawaban yang diinginkan pewawancara.

Tetapi beberapa dari kita belum memiliki pengetahuan di balik arti sebenarnya dari pertanyaan wawancara yang cukup singkat dan menimbulkan berbagai penafsiran. Untuk itu, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu anda untuk menjawab beberapa pertanyaan wawancara yang sering ditanyakan agar anda dapat menjawab sesuai yang ingin didengar pewawancara.

1. Cerita Inti / Cerita Pengutaraan

Cerita inti dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seperti “Ceritakan tentang diri anda”, "Mengapa kami harus merekrut anda?", "Apa yang membuat anda cocok untuk posisi ini?". Cerita inti bisa berasal dari kehidupan profesional atau pribadi anda untuk mempersonalisasi jawaban anda dan memberikan kesan pada wawancara anda agar dapat diingat diantara puluhan kandidat lainnya, karena wawancara anda dapat dengan mudah diingat bersama dengan cerita anda.

Jadi, alih-alih memberikan pewawancara anda satu jawaban kalimat seperti cara lama, gali kembali pengalaman anda di masa lalu yang paling berkesan atau menarik yang dapat anda gunakan untuk membangun cerita anda.

Anda juga perlu menyesuaikan cerita anda agar berhubungan dengan perusahaan yang anda lamar. Misalnya, jika anda diwawancara untuk Microsoft, anda dapat menceritakan tentang pengalaman pertama anda menggunakan komputer dan bagaimana minat anda terhadap teknologi tumbuh dari sana. Jangan lupa untuk memulai dengan pengenalan singkat tentang hidup Anda. Berikut adalah contohnya:

"Saya lahir dari keluarga sederhana di Jakarta. Ayah saya bekerja sebagai pegawai negeri sipil dengan pendapatan standar sehingga kami terbiasa hidup hemat. Saya ingat pertama kali ayah saya membawa pulang CPU dengan Windows 1999 di dalamnya.
Hal tersebut sangat menarik hati saya hingga hampir setiap hari sepulang sekolah saya menggunakan komputer untuk bermain game, menulis, atau mewarnai gambar. Saya merasakan kemudahan dan kesenangan dengan adanya komputer dan perkembangan teknologi yang cepat. Pengalaman saya dengan komputer pertama keluarga kami cukup mengesankan untuk membuat saya memiliki impian berkarya di industri teknologi.
Saya ingin membantu masyarakat untuk hidup lebih baik dan lebih mudah melalui teknologi yang saya percaya dapat diwujudkan dengan bergabung dengan perusahaan yang perkembangannya cukup pesat ini."

2. Mengatasi, bukan mengakui Kelemahan

Apa yang pewawancara inginkan bukan anda hanya mengakui kelemahan anda namun bagaimana anda mengatasi kelemahan anda dan mengubahnya menjadi kekuatan!

Beberapa kandidat wawancara sering terjebak dalam pertanyaan tentang kekuatan dan kelemahan. Mereka seringkali hanya sebatas mengakui kelemahan mereka dan dengan bangga mengungkapkan kekuatan mereka. Padahal, apa yang pewawancara inginkan adalah bagaimana anda mengatasi kelemahan anda dan mungkin mengubahnya menjadi kekuatan. Misalnya anda adalah orang yang mudah melupakan hal-hal kecil. Oleh karena itu anda mengatasinya dengan membuat catatan dalam setiap kesempatan dan bahkan membuat memo pengingat di tempat kerja lama anda. Ini bisa menjadi kekuatan jika anda bekerja dalam tim karena anda memiliki catatan dalam setiap pertemuan dan anda bisa menjadi orang yang mengingatkan mereka jika mereka melewatkan beberapa hal-hal kecil.

3. 3 Struktur cerita

Ini adalah salah satu tips yang diulas dalam artikel Forbes, berjudul "12 Surprising Job Interview Tips" yang ditulis oleh Jon Youshaei. Tips ini bermanfaat untuk menjawab pertanyaan "Bagaimana pengalaman kerja anda sebelumnya?". Banyak orang memiliki cerita menarik tentang pekerjaan mereka sebelumnya tetapi mereka sering lupa atau lupa bagaimana menjelaskannya setelah memasuki ruang wawancara. Jadi berikut adalah metode untuk membuat anda mengingatnya:

Bagi cerita anda dalam 3 struktur, Persoalan, Aksi, dan Hasil:

  • Persoalan -> apa situasinya?
  • Aksi -> apa yang anda lakukan untuk mengatasinya?
  • Hasil -> apa yang berubah setelah itu?

4. Jelaskan analisis anda

Cobalah untuk menguraikan beberapa informasi yang anda sudah tahu dan beberapa asumsi untuk menghasilkan jawaban dan jelaskan kepada mereka seluruh perhitungannya.

Terkadang selama menit – menit terakhir wawancara, pewawancara tiba – tiba memberikan pertanyaan analitis dan pemecahan masalah yang sangat random dan kadang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan anda sebelumnya.

Seperti misalnya, "Berapa banyak televisi yang ada di Indonesia?". Alih-alih secara spontan menjawab 50 juta unit. Cobalah untuk menjelaskan analisis dan perhitungan sebelum anda memberikan jawabannya. Contohnya: "Populasi penduduk Indonesia ada sekitar 250 juta jiwa, jika kita mengasumsikan setiap rumah tangga terdiri dari 5 orang, maka ada 50 juta rumah tangga di Indonesia. Di zaman sekarang ini, keluarga kelas menengah sebagian besar mampu menyediakan 2-3 televisi di rumah mereka dan bahkan keluarga kelas rendah sebagian besar memiliki televisi. Mari kita asumsikan kelas tinggi dan kelas menengah terdiri dari 40% dari populasi dengan 2 televisi di rumah-rumah mereka dan 60% kelas rendah dengan 1 televisi. Maka akan ada 60 juta televisi dari kelompok keluarga kelas tinggi dan menengah serta 30 juta televisi di keluarga kelas rendah. Sehingga totalnya menjadi 90 juta unit televisi yang dimiliki seluruh rumah tangga di Indonesia. "

Pewawancara tidak akan memeriksa apakah jawaban anda benar atau salah, mereka hanya ingin melihat kemampuan anda dalam menganalisis dan memecahkan masalah. Jadi, daripada secara spontan menebak karena menganggap pertanyaan ini tidak relevan, cobalah untuk menguraikan beberapa informasi yang anda sudah tahu dan beberapa asumsi untuk menghasilkan jawaban dan jelaskan kepada mereka seluruh perhitungannya.

Back to top